Jumat, 31 Juli 2026

Perkuat Ekosisitem, FKS Semarang Tanam 2.200 Bibit Mangrove

Kamis, 30 Juli 2026 14:02
Kegiatan FKS PedulimenanamMangrove FKS MA Semarang2026
Kegiatan FKS PedulimenanamMangrove FKS MA Semarang2026

Suara Pembaca, Jakarta - FKS Multi Agro Semarang melakukan penanaman 2.200 bibit mangrove sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan sosial dan lingkungan ini dilakukan bersama PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah (Perseroda) di kawasan Grand Maerakaca – PRPP, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 25 Juli 2026.

Kegiatan menanam mangrove ini dihadiri oleh jajaran perwakilan manajemen kedua belah pihak yaitu Branch Division Head – Jawa Tengah FKS Multi Agro, Pontjo Sardjono Tritojo serta Marketing PT PRPP Jawa Tengah (Perseroda), Asti Setiawati, SE.

Ditanamnya 2.200 bibit pada tahun ini menambah jumlah total keseluruhan bibit mangrove yang telah ditanam oleh FKS Multi Agro. Sejak inisiatif pertama kali digulirkan pada tahun 2022, kini jumlah bibit yang ditanam sudah mencapai lebih dari 4.700 bibit.

Sebagai wilayah pesisir, Semarang rentan terhadap ancaman abrasi dan banjir rob. Melalui inisiatif ini, FKS Multi Agro turut berpartisipasi dalam upaya menjaga ekosistem pesisir dan membantu menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasional setempat.

Branch Division Head Jawa Tengah FKS Multi Agro, Pontjo Sardjono Tritojo, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bentuk dukungan terhadap area sekitar wilayah operasi. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami berharap agar program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang yang mampu memperkuat ekosistem pesisir sekaligus menyerap emisi karbon demi masa depan yang lebih hijau. Tidak hanya itu, kami juga percaya bahwa pelestarian kawasan pesisir dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Marketing PT PRPP Jawa Tengah, Asti Setiawati, SE mengapresiasi kolaborasi yang terjalin erat ini. Pihaknya menilai bahwa kerja sama strategis ini tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi juga menjadi sarana edukasi penting bagi publik.

Melalui pendekatan partisipatif, kedua belah pihak berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial penanaman semata. Kolaborasi yang sudah terjalin diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitar. Melalui langkah sederhana ini, pihak-pihak yang terlibat berupaya memberikan kontribusi nyata yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat di sepanjang pesisir utara Jawa Tengah, khususnya Semarang.

Berdasarkan kajian lingkungan pesisir, wilayah Semarang idealnya membutuhkan sabuk pantai (green belt) vegetasi mangrove seluas kurang lebih 325 hektar untuk meredam energi gelombang secara efektif. Namun, luasannya terus menyusut akibat tekanan alih fungsi lahan.

Sehingga, penanaman mangrove seperti Rhizophora (Bakau) dan Avicennia (Api-api) terbukti secara ilmiah mampu memperkuat garis pantai, mengendapkan sedimen, serta melindungi infrastruktur daratan dari terjangan ombak besar.

LOGIN

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

DAFTAR

Sudah Memiliki Akun Login di Sini

RESET PASSWORD

Masukan alamat email yang terdaftar untuk mereset password